Seputarpati.com- Di balik aktivitas pembinaan di Lapas Kelas IIB Pati, program budidaya ikan lele dalam SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) menjadi salah satu wujud nyata upaya kemandirian. Melalui kolam-kolam yang dikelola bersama, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) belajar menanam kerja keras dan tanggung jawab, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan (6/4). Kegiatan ini menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam membangun keterampilan yang bermanfaat ke depan.
Panen ikan lele kali ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, dengan kualitas ikan yang baik dan ukuran yang layak konsumsi. Kegiatan ini melibatkan langsung para WBP yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya, mulai dari proses pembibitan, perawatan, hingga masa panen. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, serta meningkatkan kepercayaan diri para WBP dalam mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah masa pembinaan berakhir.
Dengan
adanya program SAE budidaya ikan lele ini, Lapas Kelas IIB Pati tidak hanya
berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan yang
produktif. Hasil panen diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan di
lingkungan lapas serta memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan secara
lebih luas. Di akhir kegiatan, Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi,
menyampaikan bahwa program ini akan terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen
dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Kami berupaya memaksimalkan potensi
yang ada di dalam lapas agar dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi WBP
maupun masyarakat luas. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menciptakan
WBP yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
(Hms/dik)

