Seputarpati.com- Kementerian PUPR melalui balai strategis penataan perkotaan akan memulai penataan kawasan Jalan Panglima Sudirman Pati, mulai dari Alun-alun Pati hingga pertigaan Puri akan direnovasi menjadi Malioboro Pati
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Riyoso,S.Sos.,M.M, melalui Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR, Arif Wahyudi, ST,.M.M., menjelaskan, bahwa proyek ini didanai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan anggaran sekitar Rp18 miliar dan secara teknis dilapangan akan dilakukan oleh PPK balai penataan strategis perkotaan.
“Pengerjaan proyek strategis ini dijadwalkan mulai berjalan pada akhir Bulan Mei ini, bahkan akan segera dilakukan pembongkaran. Untuk pembongkaran itu ada tiga yaitu pembongkaran trotoar yang mana itu dikerjakan oleh DPUTR, kalau pembongkaran taman-taman itu dari pihak DLH dan untuk pembogkaran penerangan jalan umum oleh Dinas Perhubungan, “jelas Kabid Cipta karya Arif Wahyudi, kepada seputarpati.com pada Senin (18/5/26)
Arif menambahkan Penataan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperindah wajah kota agar lebih tertata dan nyaman. dari Alun-alun sampai Puri. Nanti ditata sedemikian rupa menjadi lebih bagus, termasuk didekat pasar buah puri akan direvitaslisasi bangunan TPS3R
“Dalam pelaksanaannya, pembangunan ini akan menyasar sejumlah infrastruktur publik vital. Diantaranya perbaikan mencakup penataan trotoar bagi pejalan kaki, normalisasi drainase serta peningkatan lampu penerangan jalan umum,”imbuhnya.
Lebih Kabid Cipta karya Arif Wahyudi menyampaikan, Penataan perkotaan di kawasan koridor sepanjang Jalan Panglima Sudirman diharapkan mampu meningkatkan kualitas visual lingkungan kota sehingga tercipta tata ruang yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.
“Selain memperkuat estetika kawasan, penataan ini juga diyakini dapat meningkatkan nilai strategis wilayah, baik dari sisi nilai lahan maupun potensi ekonomi kawasan,”ujarnya
Optimalisasi penataan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya
kegiatan ekonomi lokal serta menarik minat investasi pada bangunan maupun lahan
yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, penataan
kawasan juga diarahkan untuk menciptakan kenyamanan bagi pejalan kaki melalui
penyediaan jalur pedistrian yang aman, tertata, serta ramah bagi penyandang
disabilitas. (dik)

