Seputarpati.com-Salah satu aktivis sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Cahaya Basuki (49), yang akrab disapa Yayak Gundul, berdomisili di Desa Blaru, Kabupaten Pati.
Ia menyoroti pentingnya kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan perlindungan sekaligus rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi risiko biaya pelayanan kesehatan yang semakin tinggi.
Di sela-sela kesibukannya, pada, Kamis (10/09), Cahaya menyampaikan bahwa kondisi kesehatan seseorang tidak dapat diprediksi. Masyarakat tidak pernah mengetahui kapan penyakit datang, jenis penyakit yang dihadapi, maupun berapa besar biaya yang nantinya diperlukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Menurut saya, adanya Program JKN ini sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang, penyakit apa yang kita hadapi, dan membutuhkan biaya berapa. Belum tentu masyarakat siap menghadapi risiko biaya tersebut. Dengan adanya JKN, masyarakat menjadi lebih tenang dan aman,” ungkap Yayak.
Ia menilai, kepesertaan JKN yang aktif memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena peserta dapat memperoleh jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan Program JKN. Menurutnya, besaran iuran yang relatif terjangkau juga dapat menjadi pertimbangan masyarakat untuk memastikan perlindungan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga.
“Dengan iuran yang relatif ringan, manfaat yang dirasakan sangat besar. Ketika kepesertaan kita aktif dan membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya pelayanan dijamin sesuai ketentuan Program JKN. Ini menurut saya sangat bagus karena masyarakat memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kesehatan,” jelasnya.
Cahaya kemudian menggambarkan kebiasaan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, apabila masyarakat mampu menyisihkan uang untuk kebutuhan nonprimer, seharusnya terdapat ruang untuk mengalokasikan sebagian pengeluaran tersebut sebagai persiapan membayar iuran JKN
“Misalnya kita membiasakan menyisihkan Rp5.000 setiap hari. Dalam satu bulan bisa terkumpul sekitar Rp150.000. Untuk peserta PBPU Mandiri kelas III, jumlah tersebut secara hitungan cukup untuk membayar iuran empat orang dalam satu keluarga. Jadi sebenarnya tidak berat jika dilakukan secara rutin dan tanpa terasa,” katanya.
Ia menambahkan, jaminan kesehatan semestinya dipandang sebagai kebutuhan yang harus diprioritaskan, bukan sekadar pengeluaran bulanan. Menurutnya, menjaga kepesertaan JKN tetap aktif merupakan bentuk kesiapan masyarakat menghadapi risiko kesehatan yang dapat terjadi kapan saja.
“Menurut saya, kebutuhan jaminan kesehatan ini sudah menjadi kebutuhan primer yang wajib dipenuhi. Kita tidak berharap sakit, tetapi kita harus siap ketika risiko itu datang. Dengan JKN, kita memiliki perlindungan dan ketenangan untuk menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (H/D)
Tags
Kesehatan