Seputarpati.com- Kehadiran layanan Catheterization Laboratory (Cathlab) di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang terbukti memberikan kemudahan akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung. Sejak beroperasi pada Juni 2026, layanan tersebut telah menangani 111 tindakan diagnostik dan 95 pemasangan stent pada pembuluh darah jantung.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito ketika melakukan monitoring dan evaluasi layanan intervensi kardiovaskular di RSUD dr. Soetrasno Rembang, Kamis (29/10). Dia ingin memastikan bahwa layanan cathlab untuk masyarakat terutama peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan dengan baik dan sesuai dengan panduan klinis.
“Kami berterima kasih kepada jajaran rumah sakit dan pemerintah daerah yang sudah berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Rembang, termasuk untuk penanganan penyakit jantung. Layanan cathlab di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang sudah dilaksanakan dengan sangat baik sesuai dengan pedoman yang telah disepakati dalam Memorandum of Agreement (MoA),” katanya.
Layanan Cathlab (Catheterization Laboratory) adalah fasilitas atau ruang tindakan medis di rumah sakit yang menggunakan teknologi sinar-X (fluoroskopi) dan selang tipis (kateter) untuk mendiagnosis serta menangani penyakit jantung dan pembuluh darah secara minimal invasif (tanpa pembedahan terbuka).
Pujo menyampaikan, penyakit kardiovaskular menjadi kelompok penyakit dengan pembiayaan tertinggi pada tahun 2025 dengan pembiayaan JKN mencapai Rp11,83 triliun. Dia menjelaskan, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan biaya lebih dari Rp3,5 triliun untuk pelayanan cathlab, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 138 ribu kasus.
“Besarnya kebutuhan ini menunjukkan dua hal sekaligus, pertama, layanan jantung harus semakin mudah diakses, dan kedua, setiap tindakan harus didasarkan pada indikasi klinis yang tepat,” ujarnya.
Pujo juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Rembang yang telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan alat kateterisasi jantung. Menurutnya, hal ini sangat penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Rembang.
“Penanganan yang cepat dapat membantu menyelamatkan nyawa serta mengurangi risiko komplikasi, terutama pada pasien usia produktif. Jangan lupa, untuk selalu memastikan kepesertaan JKN selalu aktif agar tidak terkendala saat harus mengakses layanan kesehatan, termasuk layanan jantung ini,” tegas Pujo.
Sementara itu, Bupati Rembang, Harno menyampaikan, monitoring dan evaluasi yang dilakukan BPJS Kesehatan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Rembang. Tidak hanya pada layanan jantung, melainkan dapat diperluas ke layanan saraf dan lainnya.
Harno menilai, pengembangan layanan jantung di RSUD dr. R. Soetrasno menjadi langkah untuk memperkuat kemandirian pelayanan kesehatan di Kabupaten Rembang. Sebelumnya, pasien dengan penyakit jantung harus dirujuk ke Kabupaten Kudus, namun kini penanganan dapat dilakukan di daerah sendiri.
“Bahkan
bisa juga menerima rujukan dari Kabupaten Blora atau wilayah sekitar lainnya.
Kami terus berupaya agar akses layanan kesehatan terutama jantung semakin dekat
dan mudah diakses masyarakat,”ujarnya.(H/D)
