![]() |
| Anggota DPRD Pati dari Fraksi Nasdem, Karwito,S.Pd.M.M, |
Seputarpati.com- Ketidakstabilan harga singkong menjadi sorotan utama oleh anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Nasdem, Karwito, S.Pd. M.M, pasalnya banyak petani yang mengeluhkan persoalan yang sama, yakni fluktuasi harga singkong yang terus merugikan petani.
Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Nasdem, Karwito, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Ia menegaskan bahwa persoalan ini harus segera diatasi dengan langkah-langkah konkret.”Kami akan secepatnya berkomonikasi dengan Pak Plt.Bupati dan dinas terkait juga dengan pengusaha pabrik singkong. Tujuannya adalah supays standarisasi harga bisa stabil agar petani tidak terus dirugikan dan mendapatkan kepastian harga,” jelasnya kepada seputarpati.com Senin (13/4/26)
Lebih lanjut Karwito mengatakan, ia akan berkomitmen membawa aspirasi petani singkong ke tingkat pembahasan yang lebih tinggi. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan solusi nyata agar petani tidak lagi menjadi pihak yang dirugikan dalam rantai produksi dan distribusi hasil panenya
“Persoalan ini perlu adanya penataan, kedepan setelah asosiasi petani singkong terbentuk, diharapkan harga ketela akan stabil, sayajuga akan menata keberadaan makelar ketela, sebab selama ini makelar ketela banyak didominasi dari luar desa Sidomukti dan Ngemplak Kidul, kemarin harganya sempat mencapai Rp.2.900 per kilogram kini turun menjadi Rp.2.500, perkilogram dan perlu diketahui dibentuknya Asosiasi Petani Ketela bertujuan agar harga bisa stabil,”katanya
Karwito berharap
agar pemerintah dan wakil rakyat mengawal bersamatas- sama supaya nanti komidi
ketela pohon bisa masuk kategori di undnag-undang pangan dan pemerintah juga mengambil
tindakan tegas terhadap perusahaan yang merugikan petani.”Kalau harga singkong terlalu rendah kasihan petani dan
jika harganya telalu tinggi akan merugikan pengusaha juga, maka mari kita cari
solusi yang terbaik,”imbuhnya. (Dik)
