Seputarpati.com- Komitmen menghadirkan perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat kembali ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional yang digelar di Gedung Pertemuan Desa Plaosan, KecamatanCluwak, Kabupaten Pati, Minggu (1/03).
Kegiatan yang diinisiasi BPJS Kesehatan bersamaAnggotaKomisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, ini dihadiri Forkopimcam, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Yoga Dermawan, serta lebih dari 300 warga yang memadati lokasi acara sejak pagi hari.
Camat Cluwak Sujarta dalam sambutannya menekankan bahwa kesehatan bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi. Ia mengingatkan bahwa ketik seorang jatuh sakit, dampaknya sering kali meluas hingga memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga, terutama jika harus menanggung biaya pengobatan yang tidak sedikit.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Ketika seseorang sakit, dampaknya bisa sangat luas, terutama terhadap kondisi ekonomi keluarga,” ujarSujarta di hadapan peserta
Ia menambahkan bahwa keberadaan Program JKN menjadi bentuk perlindungann yata dari negara agar masyarakatt idak perlu menghadapi beban biaya kesehatan sendirian. Menurutnya, kepesertaana ktif dalam JKN membe rikan rasa aman karena biaya pelayanan kesehatan telah dijamin sesuai ketentuan.
“Melalui Program JKN, masyarakat memiliki perlindungan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya pelayanan kesehatan yang tinggi,” imbuhnya.
Senada
dengan itu,
Edy Wuryanto menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI akan terus konsisten mengawal keberlangsungan
Program JKN. Ia menilai program ini telah menunjukkan dampak nyata dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkeadilan
di tengah masyarakat.
“Kami
di Komisi IX akant erus mengawal agar Program
JKN tetap berjalan dengan baik dan
berkelanjutan, karena manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh
masyarakat,” tegas Edy.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, kedisiplinan dalam membayar iuran dan rutin mengecek status kepesertaan menjadi langkah sederhana namun sangat penting agar pelayanan tetap dapat diakses tanpa hambatan.
“Pastikan status kepesertaan JKN selalu aktif dengan rutin melakukan pengecekan dan membayariuran tepatwaktu,” pesannya
Sementaraitu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, menjelaskan bahwa Program JKN diselenggarakan berdasarkan prinsip gotong royong sebagai fondasi utamanya. Ia memaparkan bahwa dalam sistemini, peserta yang sehat membantu yang sakit, serta peserta yang mampu membantu yang kurang mampu dalam pembiayaan layanan kesehatan.
“Inilah wujud gotong royong yang sesungguhnya dalam Program JKN. Yang sehat membantu yang sakit, dan yang mampu membantu yang membutuhkan,” jelasNuzuludin.
Ia kemudian menggambarkan besarnya biaya pengobatan penyakit katastropik, seperti, yang dapat mencapai lebihdari Rp130 juta untuk satu kasus. Untuk membiayai satu kasus tersebut, dibutuhkan kontribusi sekitar 3.095 peserta JKN kelas III denganiuran Rp42.000 per bulan
Sehingga solidaritas antar peserta menjadi kunci keberlanjutan program.
“Program ini bukan hanya menyelamatkan masyarakat dari risiko financial akibat sakit, tetapi juga mencegah mereka jatuh kejurang kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi kedepan,” pungkasnya
Melaluis osialisasi ini, BPJS Kesehatan berharap kesadaran masyarakat Kecamatan Cluwak terhadap pentingnya kepesertaan aktif JKN semakin meningkat. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program JKN
Diharapkan terus menjadi banteng perlindungank esehatan yang kuat dan
berkelanjutan bagi seluruh rakyat
Indonesia. (Hms/Dik)
