Seputarpati.com-Dampak musim kemarau dan bocornya bendung karet kembang kempis berpengaruh pada produksi pasokan air bersih di wilayah pelayanan PDAM Tirta Bening Kabupaten Pati dan juga akibat tidak turunnya hujan selama beberapa minggu, menyebabkan debit air menurun.
Plt. Direktur Utama Perumda Tirta Bening Kabupaten Pati, Pariman, S.T. mengatakan, bahwa Sumber mata air paling besar yang digunakan PDAM ini menggunakan mata air sungai sani, sungai gilis , sungai Juana serta sebagian dari bendung kembang kempis.
“Dengan bocornya bendung kembang kempis tersebut sangat berpengaruh pada produksi kita, yang awalnya dapat ijin sekitar pada saat normal mencapai 48 liter/detik, sampai 49 liter/detik. Tentunya ini berpengaruh pada pelayanan .Akibat turunnya debit air secara drastis, sangat berdampak pada pendistribusian air kepada para pelanggan.”jelasnya kepada Seputarpati, saat ditemui diruang kerjanya, pada Kamis (23/7/26)
Lebih Lanjut Direktur Utama Perumda Tirta Bening Kabupaten Pati, Pariman, menyampaikan bocornya bendung kembang kempis agar segera diperbaiki, selain itu pihaknya akan mengupayakan supaya dapat asupan dari waduk kedungombo, sehingga nanti pelayanan kepada pelanggan akan lebih baik
“Akibat kondisi tersebut PDAM akan memberlakukan pengurangan jam dan penggiliran distribusi air di beberapa daerah tertentu agar pelayanan tercukupi,”katanya.
Dalam
kesempatan itu, Direktur Utama Perumda Tirta Bening menghimbau kepada
pelanggan, agar menampung air pada saat diberlakukan jam penggiliran air.
Penggunaan air juga diharapkan agar bisa berhemat, agar pemanfaatannya bisa
tercukupi. (Dik)

